FILSAFAT ILMU MANAJEMEN
Tata cara pengelolaan manajemen
organisasi dalam praktik mengalami perkembangan pesat sejalan dengan ragam
organisasi yang semakin komplek. Ilmu manajemen sebagai acuan dasar dalam
menciptakan formula-formula manajerial terus dikembangkan menyesuaiakan pola
organisasi yang digunakan sehingga mampu mencapai kinerja yang maksimal. Para
pakar manajemen mulai merancang dan membedakan satu organisasi dengan
organisasi yang lain dengan memahami konsep yang dianggap sebagai kerangka kerja
terbaik.
Semua pendekatan yang digunakan
dalam pengembangan ilmu manajemen memiliki nilai saing, kepercayaan, dan sikap
yang dianggap mampu memberikan kontribusi terbaik dalam praktik manajemen.
Nilai-nilai ini akan dianut oleh para manajer dalam menjalankan organisasi,
menghadapi persaiangan, dan menyikapi perilaku yang berubah-ubah. Adanya
persaingan dunia mendasari para manajer mulai memahami ilmu manajemen secara
filosofis sebagai sikap aktif mendalami akar keilmuan apa yang sesuai dengan
konsep aplikasi organisasi dan keilmuan yang mampu mengakomodir
tindakan-tindakan manusia sebagai pelakunya.
Filsafat dan Ilmu merupakan dua
kata yang saling berkaitan baik secara substansial maupun historis. Kelahiran
suatu ilmu tidak dapat dipisahkan dari peranan filsafat, sebaliknya
perkembangan ilmu memperkuat keberadaan filsafat. Filsafat ilmu pengetahuan
berkaitan dengan pembahasan bagaimana disiplin ilmu tertentu menghasilkan
pengetahuan, memberikan penjelasan dan prediksi, serta pemahaman yang
melatarbelakangi suatu disiplin ilmu. Dengan kata lain, filsafat ilmu
pengetahuan merupakan telaah secara filsafati yang ingin menjawab beberapa
pertanyaan mengenai hakikat sains empirikal, seperti obyek apa yang ditelaah
ilmu? Bagaimana wujud yang hakiki dari obyek tersebut? Bagaimana hubungan
antara obyek tersebut dengan daya tangkap manusia (seperti berpikir, merasa,
dan mengindera) yang membuahkan pengetahuan? Pertanyaan-pertanyaan ini disebut landasan ontologism. Kemudian muncul pertanyaan lain mengenai bagaimana proses yang
memungkinkan diperolehnya pengetahuan yang berupa ilmu? Bagaimana prosedurnya?
Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar kita mendapatkan pengetahuan yang
benar? Apa yang disebut kebenaran itu? Apa kriterianya? Cara/teknik/sarana apa
yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan yang berupa ilmu?
Pertanyaan-pertanyaan ini disebut landasan
epistemologis. Pertanyaan terakhir adalah untuk apa pengetahuan yang berupa
ilmu itu dipergunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan
kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan obyek yang ditelaah berdasarkan
pilihan-pilihan moral? Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yang merupakan
operasionalisasi metode ilmiah dengan norma-norma moral/profesional?
Pertanyaan-pertanyaan ini adalah landasan
aksiologis.
Jika didefinisikan, filsafat ilmu
pengetahuan merupakan cabang filsafat yang membahas tentang sejarah
perkembangan ilmu pengetahuan, pengetahuan, metode-metode ilmiah, serta sikap
etis yang harus dikembangkan oleh para ilmuwan, yang berfungsi sebagai sarana
pengujian penalaran sains, merefleksi, menguji, mengkritik asumsi dan metode
keilmuan; serta memberikan landasan logis terhadap metode keilmuan (Judistira,
2006; Salmon et. al., 1992; dan www.wikipedia.org). Dalam
ilmu manajemen, keberadaan ilmu filsafat sebagai akar munculnya teori-teori
manajemen sehingga dapat berdiri sebagai ilmu yang memiliki aspek metodologis
dan epistemologis yang menghasilkan pengetahuan empiris. Manajemen belum
memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parker Follet,
misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui
orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas
3
mengatur dan mengarahkan orang
lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W.Griffin mendefinisikan manajemen
sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan
pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan
efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan,
sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar,
terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.